Oleh Riwayat Attubani
Pendidikan
merupakah hal penting bagi manusia. Dikatakan penting karena pendidikan
berkaitan dengan nilai diri manusia, terutama daam mencari nilai itu
sendiri. Dengan pendidikan manusia akan mempunyai banyak ketrampilan dan
kepribadian. Ketrampilan dan kepribadian merupakan sekian banyak dari
proses yang dialami manusia untuk menjadi makhluk yang bekualitas baik
fisik maupun mental. Pribadi berkualitasdan berakhlak mulai tidak datang
dengan sendirinya, tetapi ada semacam latihan-latihan/ riyadhah.
Kebiasaan yang baik akan berakibat baik dan menjadi bagian dari
kepribadian keseharian, sebaliknya kepribadian dan kebisaan sehari-hari
yang buruk juga akan berakibat buruk terhadap kepribadaian dan perbuatan dirinya sendiri.
Maka
pendidikan dalam keseharian manusia menjadi penting artinya dalam
rangka mengwala manusia menjadi manusiayang berbudi dan berperadaban
yang luhur.
Pendidikan
bukan hanya sekedar transfer ilmu, tetapi juga trans fer nilai, dengan
adanya transfer ilmu dan nilai-nilai yang baik dimungkinkan manusia
menjadi pribad yang tidak hanya crdasotaknya, tetapi juga cerdas akhlaknya.tidak heran jika Allah
menyatakan bahwa kepribadain saja belum cukup, ilmu saja juga belum ada
artinya, tetapi jika keduanya, antara ilmu dan iman sudah menyatu ,maka
kepribadian dan ketinggian derajat akan diperoleh manusia. Hal ini dapat dipahami dari ayat 11 surat Mujadalah,”
Hai
orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:
“Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan
memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”,
Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman
di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al
Mujadalah: 11).
Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa antara kecerdasan intelektual/ ilmu pengetahuan dan spiritual/keimanan menjadi kesatuan
yang tuh dalam rangka mencapai tujuan mulia, pencapaian derajat yang
tinggi di hadapan Allah. Artinya adalah ilmu saja tidak cukup untuk
mengantarkan manusia menjadi makhluk yang berperadaban dan mempunyai
derajat tertinggi di hadapan Allah. Maka dalam ayat tersebut secara
eksplisit dapat dipahami bahwa untuk mencapai derajat yang tinggi
dibutuhkan paling tidak dua variable yaitu ilmu pengetahuan dan
kedalaman keimanan seseorang. Jika kedua variable tersebut telah ada
dalam diri seseorang, maka sangat dimungkinkan derajatnya akan
dimuliakan oleh Allah Swt.
Dengan demikian pendidikan pada dasarnya mempunyai dimensi keilahian, karena semua
makhluk yang ada di alam ini adalah murid Allah, dikatakn murid karena
semua makhluk di ala mini diajarkan dan di didik oleh Allah sebagai
pendidik utama di jagad ini. Oleh karena itu pendidikan pada awalnya
adalah berasal dari Yang Maha Mendidik yaitu Rabb alam semesta
ini. Tidak hanya itu selain Allah mendidik, Allah juga memelihara
makhluknya diantaranya dengan menurunkan kitab-kitab suci sebagai bahan
bacaan, bahan referensi dalam menyikapi berbagai kejadian dan fenomena
alam raya.
Allah mengutus para rasul-Nya juga untuk mendidik manusia menjadi makhluk yang baik, makhluk yang mau dan tahu akan Tuhannya, makhluk yang paham kepada siapa harus mengabdi dan menyembah. Kesemua
itu dapat ditemukan dalam pendidikan islam, pendidikan Islam bertujuan
membebaskan manusia darai belenggu dunia, belenggu kesyirikan dan menuju
keikhlasan dalam berbuat dan beribadah. Pendidikan dalam islam bukan
hanya untuk mencerdaskan, tetapi lebih dari itu pendidikan dalam islam
berusaha mewujudkan manusia yang berkualitas dan beriman dan tahu siapa
yang berhak disembah dan dijadikan tempat bergantung.
Selain
berusaha mewujudkan manusia yang ikhlas dan tahu Tuhannya,pendidikan
Islam juga di dukung oleh adanya kitab-kitab Allah, yang dibawa oleh
para Rasul-Nya, yang kesemua itu bertujuan untuk mendidik
manusia menjadi makhluk yang berperadaban. Dengan adanya para Rasul dan
adanya Kitab yang dibawanya, kemudian diajarkan, maka manusia akan
terbebas dari kesesatan dan mendapatkan hikmah, karena kitab-kitab
tersebut, diajarkan oleh para Nabi dan rasul dengan hikmah, maka manusia
yang menerima pengajaran dan dididik juga akan mendapatkan hikmah
tersebut. Allah berfirman,” Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta
huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya
kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka kitab dan Hikmah
(As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam
kesesatan yang nyata,(QS. Al-Jumuah:2).
Pendidikan dalam islam bertujuan untuk membentuk
dan mewujudkan peserta didik yang berkualitas, beribadah dengan ikhlas
karena Allah, dan menjadikan Alah satu-satunya tempat menyembah dan
bergantung.
Pendidikan
dalam islam mempunyai arti penting karena merupakan ruh dari awal
turunya wahyu Allah, perintah pertama dalam Islam adalah untuk membaca,
membaca dalam arti lebih luas, termasuk di dalamnya adalah meneliti,
mengkaji,memahami, melakukan observasi, melakukan proses pembelajaran
dan peruses pendidikan.dengan demikian pendidikan merupakan tonggak awal
dari kewahyuan, hal ini dapat dicermati dari firman Allah surat
Al-Alaq,” Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia
telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah
yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia
mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS.Al-Alaq:1-5).
Pendidikan
dapat berarti penyucian/ tazkiyah, penyucian manusia darai hal
kesyirikan, kedzaliman dan dosa. Pendidikan dalam tataran ini sudah
melampaui pendidikan awal, dalam arti pendidikan dalam konotasi tazkiyah
lebih mempunyai tingkat yang lebih tinggi jika disbanding dengan
mendidik secara konsep keilmuan dan peruses menuju kesucian diri.,
tazkiyah dalam konotasi pendidikan merupakan sebuah proses
menuju akhlak mulia, membebakan manusia dari kekotoran jiwa, pendidikan
dalam Islam berusaha meluruskan tujuan manusia yang
sesungguhnya, tujuan tersebut adalah mencapai keridhoan Allah. Disisi
lain pendidikan dalam islam merupakan sebuah langkah preventif agar
terhindar dari neraka dunia dan neraka akherat,” hal ini dapat dicermati
dari firman Allah dalam surat Tahrim ayat 6,”
Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api
neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan
apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6).
Dalam
ayat tersebut mengandung tangungjawab penuh orang tua untuk mendidik
anak mereka. Mendidik anaknya agar menjadi anak yang soleh, anak yang
berbakti kepada Allah dan orang tuanya. Dalam ayat tersebut mengandung
sebuah proses pendidikan dan pembelajaran, dengan demikian
realitas ini memberi kesan bahwa pendidikan tama awal bagi anak adalah
pendidikan dan pembelajaran yang diterimanya ketika di rumah. Pendidikan
dan pembelajaran di rumah sangat penting, dikatakan pentung karena
mempunyai pengaruh besar bagi anak kelak kalau mereka sudah bergaul dan
bermasyarakat.
Di
sisi lain pendidikan di rumah mempunyai arti penting bagai anak untuk
mendapatkan pengalaman, pengalaman yang berharga, pengalaman yang kan
menjadi tolak ukur, sebagai pola utama dalam memandanag
dunia luar. Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan dalam Islam,
pendidikan yang dianggap utama dan diutamakan, dikatakan diutamakan
karena berdasarkan perintah Allah , agar setiap orang tua
bertanggungjawab untuk menyelamatkan anak-anak mereka dariapi neraka,
baik neraka dunia maupun nereka akherat. Tidk heran jiika Muhammad Saw
menyatakan bahwa pemberian pendidikan dan pembelajaran di rumah lebih
baik daripada hanya sekedar berbuat baik kepada anak. “Pemberian
perhatian(pendidikan dan pembelajaran) dari orang tua kepada anaknya,
lebih baik daripada hanya besikap baik kepada mereka.”( HR. Ahmad).

Tidak ada komentar :
Posting Komentar